Bonus dari Permainan Gratisan: Benarkah Sebuah Perangkap?


“​Candy Crack” menjadi permainan disela waktu saya bila tidak melakukan apa-apa, bosan atau pun merasa game ini akan saya buka bila merasa sempat saja untuk dimainkan. Misalnya di sela mengerjakan video, waktu tunggu (loading) untuk video yang sedang disimpan ke dalam format lainnya, layouting di antara lembar-lembar yang saya cicil, atau pun sejenak melepaskan diri dari layar komputer bila kemelekan dan kondisi tubuh rasanya sudah tidak imbang.

Pernah saya mencoba memainkan game yang mungkin lebih menggiurkan, itu membuat saya bersimbah candu. Maksud saya, ketika kita bermain selama berjam-jam hingga membuat waktu kita yang lain banyak ditarik ke dalam permainan. Bahkan membuat saya menjadi tidak tidur selama satu-dua hari. Atau adakah yang pernah bermain berhari-hari lamanya tanpa tidur sekali pun? Kalau soal yang ini semua orang mungkin tahu betul bahwa bermain game berjam-jam di depan komputer atau pun gadget adalah hal yang sudah menjadi terlalu biasa.

Selama sembilan bulan, game ringan ini melekat di telepon genggam saya. Sebetulnya satu-satunya aplikasi permainan yang terinstal, sementara aplikasi gratis banyak dapat ditelusuri dan diunggah dengan bebas. Saya pikir pilihan permainan ini bukan hanya semata soal selera bermainku, menjadi alasan lain ialah bagaimana caranya agar permainan yang sengaja aku pilih mampu berimbang dengan aktivitas sehari-hari.

“Candy Crack” adalah bola puzzle yang dimainkan dengan menggeser dan menukar bola warna-warni dalam satu langkah yang kita pilih dari empat arah: kiri, kanan, bawah, dan atas. Langka itu untuk menemukan tiga baris warna yang sama dengan kemungkinan pilihan yang disediakn mesin secara acak. Itu aturan mutlak untuk mendapatkan kemenangan dengan jatah menggeser dan menukar bola dalam kesempatan langkah yang terbatas.

Kadang saya merasa, bertahan dijenis permainan yang monoton seperti ini menjadi membosankan, tetapi entah mengapa tumpukan bola-bola puzzle itu kadang membuat saya rindu untuk menyentuhnya.

“Permainan Puzzle King (game sejenis: Candy Crush) mungkin tidak sesuai dengan selera gamer hardcore, tapi teman, keluarga dan rekan kerja menyukainya” (theguardian.com)

Tapi yang saya ingin cerita begini: saya sudah memainkan game inu dalam sesi yang singkat selama tiga bulan, permainan memang berjalan mulus. Seperti biasa stage dan level-nya terus meningkat. Benar, seperti game pada umumnya, permainannya memiliki tingkatan-tingkatan, mesin menyediakan banyak jenis pola dan ragam kemungkinan demi kesulitan yang disuguhkan di masing-masing level.

Enam bulan berikut saya hanya mentok dan bermain di level ke-47, tinggal satu langkah lagi menuju ke tempat atau stage berikutnya dengan menyisakan  dua stage lagi untuk mengakhiri permainan ini. Rupanya tidak demikian, saya memainkannya berbulan-bulan di level yang itu. Walau pun sempat saya berpikir untuk mengunduh permainan lain lalu menggantikan dengan tumpukan bola puzzle yang lainnya saja.

Saya kira bila memainkan game ini, di tahap yang sama, mungkin kita lalu menyadari satu logika hitung-komputer seperti ini (selain dari macam logika kerja mesin dan kemungkinan lainnya) bahwa game ini tampaknya telah selesai, permainan sesungguhnya sudah berada di puncak skenario meski pun permainan belumlah benar-benar berakhir.

Kesempatan dalam stage dan level di dalamnya hanya menyediakan satu rancangan kemungkinan saja (saya kira bertaut dengan baca: prinsip probabilitas dan rekayasa perangkat lunak) yakni aplikasi game puzzle pada level ini sebenarnya telah berada di puncak maksimal (dari rancangan perintah mesin yang agaknya sengaja disusun demikian, ragam pola dan kemungkinan kesulitan yang tersedia) hanya kita meghadapinya secara acak dan berulang dalam putaran permaianan yang menyiapkan bagian dan pola permainan yang memberikan kesan yang nampak baru. Soalannya ada di sini, level dan stage selanjutnya hanya menjadi sebatas permainan yang dijanjikan, jadinya berujung semu—game ini seperti sulit untuk ditamatkan atau mungkin tidak akan pernah berakhir.

Saya kira mungkin cara itu sengaja dirancang demi meningkatkan motivasi dan gairah sebagai pemain karena aplikasi gratisan yang umumnya sangat besar membuka peluang untuk banyak papan iklan. Tawarannya kadang bikin menggoda, iklan ini seakan-akan tahu betul dengan kebutuhan hidup kita, dia datang seakan-akan ingin mengajak kita untuk menemukan kebutuhan kita yang lama hilang. Selama perangkat kita terhubung dengan internet, iklan ini  bisa akan muncul di jedela ketika game akan kita mulai, saat memenangkan permainan atau pun gagal memenangkannya.

Sungguh, jika Anda ingin mencari tahu mengapa Candi Crush Saga sangat populer dan menghasilkan begitu banyak uang, Anda harus bertanya kepada orang lain: yang benar-benar memainkannya. Ibu dan ayah, bibi dan paman. Bahkan kakek dan nenek….” (theguardian.com)

Tapi yang sebetulnya ingin saya maksudkan dalam cerita ini begini: “Candy Crack” mungkin hanya satu dari banyak jenis dan penawaran menggiurkan melalui dan dari permainan gratisan yang kita pilih. Pilihan yang kadang menjadi penyemuan kita agar hanyut ke sesuatu yang lain yang tidak pernah kita pikirkan. Lalu pelan-pelan menjadi hal yang kita butuhkan: ketika koneksi internet membuka pintu iklan masuk ke dalam perangkat telepon pribadi melalui permainan yang semakin ke sini semakin menjadi gagah. Tetapi, mengapa ini kemudian mejadi sesuatu yang kita bisa terima dengan lapang dada (?)

Blog ini menggunakan fitur gratisan. Dengan begitu Anda dapat memperhatikan iklan di bawah ini. Apakah sudah mendekati dengan keinginan atau kebutuhan anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s