[Catatan Proses] Belajar dan Bekerja Melalui Multimedia


Belakangan saya percaya, medium video hanyalah salah satu perangkat, cara dan jendela masuk untuk hendak belajar seluas-luasnya.

Sebab Kampung Buku yang menjadi arena kerja mempersiapkan Bom Benang 2017 (BB2017) juga kebetulan menjadi sekretariat Yayasan Makassar Biennale. Bagi saya dan mungkin kawan-kawan lain yang menjadi tim kerja di BB2017, terpapar informasi dan urun serta membantu pekerjaan kecil persiapan tim manajemen Makassar Biennale 2017 (MB), jelang perhelatan yang disiapkan sekira dua bulan itu bisa saja menjangkit.

Sementara sehari lagi jelang pagelaran Bom Benang, separuh dari kami lantas diajak, tepatnya mungkin ikut digiring bekerja bersama dalam kepanitiaan Makassar Biennale. Padahal satu hari yang tersisa itu adalah kesempatan untuk menelisik bagian-bagian acara yang mungkin saja terlewatkan untuk dilengkapi. Selain memang karya-karya yang dikerjakan bersama di Bom Benang akan ikut ditampilkan diajang seni rupa dua tahunan itu.

Bom Benang di tahun keenamnya mengusung tema Benang dan Sungai yang diinisasi Quiqui dan The Ribbing Studio. Bekerja sama dengan Tanahindie, Makassar Biennale, Arts Collaboratory, Sticthing Doen dalam proyek Halaman Rumah.

Dalam team work Bom Benang saya bersama dua kawan urun kerja dalam mendokumentasikan proses-prosesnya melalui medium video dan lebih banyak berhadapan dengan layar komputer; menyimpan, merapikan, dan menyunting dokumentasi. Meski pun spesifikasi kerja yang diharapkan kadang berbuah improvisasi sebab mengikuti kondisi tertentu di lapangan.

Selama tiga bulan kami merekam proses BB2017 dan mengeditnya dengan kolektif, bergantian merekam dan mengedit gambar sementara unit komputer yang kami pakai juga menjadi alat bekerja dalam agenda lain di Tanahindie.

“Tanahindie memang meneliti hal-hal yang sangat kecil. Di Bom Benang Tanahindie membantu mendokumentasikan. Dokumentasi dalam bentuk apapun misalnya tulisan, audio-visual, dan lain-lain”, ketika wawancara video tim dokumentasi Bom Benang 2017 kepada Anwar Jimpe Rachman untuk sesi awak Tanahindie.

Video proses  dokumentasi  dari seluruh rangkaian kegiatan Bom Benang yang telah rekap adalah salah satu video yang dipresentasikan selain karya string art, komik, instalasi eceng gondok, dan kerajinan tangan eceng gondok karya warga bantaran sungai yang disertakan hasil penelitian kadar Sungai Sinre’jala yang menjadi lokasi dan topik Bom Benang 2017 yang terpajang di Makassar Biennale 2017 yang mengangkat tema “maritim” itu.

Siapa saja barangakali paham betul bagaimana letak kesulitan yang disiasasti bila dua acara yang bertaut ini dikerjakan secara bersamaan. Tak terkecuali di Bom Benang 2017 yang setiap tahunnya bahkan cenderung mempelajari praktik dan caranya bekerja dan kerap mengupayakan isu yang terus-menerus dieksplorasi. Di lain hal pula, kesempatan belajar dan bekerja bagi saya dan mungkin team work adalah pengalaman pertama. Tak hanya soal teknis kepanitian, menurut Jimpe memang kegiatan Biennale adalah hal baru, kita tidak punya pengalaman membawa atau bekerja untuk sebuah biennale.

Mengalami kegiatan belajar dan kerja dokumentasi video di MB2017, bagi saya adalah kesempatan lain menjajali sependek pengetahuan saya tentang praktik kearsipan video yang sesungguhnya kerap saya alami setahunan lalu di Bom Benang 2016, yang digelar di lima titik lokasi kampung kota bersama awak Tanahindie.

Terus terang, keterampilan mengoperasikan alat perekam dan mengambil gambar video tidak begitu bernas saya penuhi. Hanya senang saja mendapati kesempatan belajar seperti ini selain memang menjadi keperluaan awak Tanahindie dalam bekerja. 

Bekerja melalui video pertama saya di Tanahinidie seingatku itu bermula di akhir September 2014. Hanya mengemas dan menyambung gambar-gambar yang sudah tersedia. Mulanya saya dipertemukan dengan ajakan seorang kawan yang lebih tua dari Tanahindie untuk mengerjakan dokumentasi di proyek kolaborasi Bom Benang 2014 yang telah berada di tahap pasca event. Kesempatan itu juga menjadi awal mula saya begabung, kolektif bekerja dan belajar di Tanahindie hingga sekarang.

Nonton Video Bom Benang 2014, 2015, 2016, dan 2017 (klik angka untuk menonton kumpulan video)

Minat kecil saya di musik dan keinginan belajar cara bikin surat-lah yang membawa saya belajar soal pendokumentasian melalui komunitas kesenian di kampus. Hanya sebab peran serta dalam situasi dan koordinasi kerja di tubuh pengurus yang mengurusi perihal kesekretariatan umum lembaga yang bertaut kerja dengan kegiatan menyimpan dan megolah keping-keping dokumentasi dan arsip produksi non artistik dan dokumen artistik pagelaran seni, persis direntang waktu 2010 hingga 2015.

Mengalami kegiatan dokumentasi semacam itu yang dapat saya sebutkan seperti membikin dan merekam audio dan visual pertunjukan, mendesain poster-poster pertunjukan, menyusun booklet atau pun katalog produksi, serta kerja olah grafis lainnya menjadi kegiatan yang kerap saya telisik. Kegiatan semacam ini sedikit banyak bermuara ke layar cetak biru komputer.

Keping-keping produk pengetahuan kekaryaan yang terdokumentasikan itu  membawa saya dan kawan-kawan komunitas kampus saat itu untuk belajar mengelola dan terus mempraktikkannya.

Kerap saya bersimbah ke dalam kesempatan belajar mendokumentasikan produksi audio. Merekam lagu-lagu dan puisi, dan belajar membikin sampul dan album musik dengan rekaman rumahan, menggunakan perangkat sound seadanya.

Laptop dengan aplikasi pengolah audio yang diunggah dengan bebas—merekam tanpa soundcard—menggunakan input-an jek gitar juga microphone yang dibeli dengan harga murah bukan menjadi pilihan untuk hasil rekaman yang ideal. Walau pun tidak banyak yang bisa diharapkan dari perangkat yang tersedia semacam itu. Padahal bila perangkat yang digunakan bekerja dengan kualitas yang baik maka output audio yang semakin baik bisa diupayakan. Begitu pula sebaliknya. Meski pun dalam hal ini berseluncur dan bersimbah untuk menemukan kedalaman prosesnya. Begitu barangkali.

Kumpulan digital publishing pegelaran seni dan dokumen musik, belajar dalam kegiatan pengarsipan bersama kawan-kawan komunitas seni kampus. (Klik tautan dalam huruf cetak tebal)

tim kerja makassar biennale 2017
Foto bersama Tim Kerja Makassar Biennale 2017. (Dok. Tim Kerja MB2017) | *Foto sampul tulisan dijepret pekan pertama MB2017 oleh Om Farid Wajdi.

Pada kesempatan bekerja dan belajar dalam Makassar Biennale tahun keduanya itu, atau pun pagelaran apapun, saya kira sudah menjadi niscaya bila kita akan bertemu dengan hal-hal yang baru.

Senanglah sudah mendapati kesempatan belajar yang sesungguhnya datang sangat dekat dari kawan-kawan tim kerja. Adalah kesenangan yang tiada tara. Salam! ^_^

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s