Menge’tes’ Turing, Masa yang Berdenting Cepat


Turing
Foto: Sunday Times. 20 November 2011 bag. 4 dalam News Review oleh Michael Hanlon.

Sukar menolak godaan teknologi, dan pada abad informasi instan ini keuntungan kecepatan dan efesiensi bisa tampak murni, maka keinginan untuk menggunakannya tak lagi diperdebatkan.

~ Nicholas Carr ~

Hidup dipertengahan abad lalu, agaknya bukan hal yang diperdebatkan lagi ketika Jerman menyatakan perang. Atau, menaruh kesalahan atas kebijakan kerajaan Inggris yang dianggap berlebihan kepada mereka yang menyukai sesama jenis kelamin.

Ini akibatnya ketika seorang pria gay akhirnya memilih memakan buah apel bercampur sianida. Dunia justru terpaksa mengambil tindakan, buah yang dipetiknya itu sama dengan kerugian yang tak terhitung.

Menelentang itu menjadi lampau, lantas masa depan diimbali dengan gerai dunia yang berubah sangat cepat. Alan Turing yang ‘polos tak berdosa’ lantaran menjanjikan mesin hitung imajiner–alat perubah haluan perang dan penentu kemenangan Sekutu. Ia menyemai pengetahuan sehidup-hidupnya di latar revolusi teknologi digital, melampaui dengan sangat cepat mesin Gutenberg.

Sejak kematiannya, apa yang tidak diperkirakannya, bahwa mesinnya itu menjadi media universal kita saat ini. Kemampuan adaptasi mesin digital yang tak terbatas yang dicetusnya itu membuat semuanya dapat dikomputerisasikan. Segala macam bentuk tradisional–kata, angka, suara, gambar, gambar bergerak–semua diterjemahkan menjadi kode digital. Semisal karya simfoni Beethoven atau ucapan rindu kepada kekasih pun tersilap menjadi deret angka satu dan nol. Akibat bentuk transmisi itu, sekehendak hati kita dapat memutar dan menampilkanya lewat perangkat cetak biru, komputer.

Dan sebagai mesin pemrosesan informasi pertama, Internet kemudian lahir meniru mesin cetak Gutenberg. Pelan-pelan lengkara berubah menjadi niscaya.

Sejak 1960-an, bandwidth jaringan telah berkembang hingga kecepatan yang sebanding, dengan berlipat-gandanya lalu lintas internet setiap tahun sedari Word Wide World ditemukan. Selama tiga dekade sebelum itu, ketika intruksi chips komputer dapat melakukannya semakin cepat, bahkan kemudian kecepatan komputer dan jaringan data meningkat hingga kecepatan yang berbahaya, dan biaya pemrosesan serta transmisi data jatuh drastis. Sulit bisa menghindari gerai dunia yang bergerak dengan cepat ini.

Tanpa menduga kemungkinan yang dimilikinya, teknologi web meningkat sangat pesat. Pada akhirnya, web mengambil alih kinerja penerbit majalah dan koran, untuk pertama kalinya dalam sejarah, disiarkan seperti program televisi dan radio menjadi halaman online, mem-post artikel, kutipan, dan potongan penulisan lainnya, kemudian mengalihkan pula kinerja pemrosesan suara tradisonal–radio, fonografi, dan tape deck.

Suara awal yang terdengar secara online adalah kata-kata yang diucapkan, namun segera diikuti musik, dan kemudian lagu secara lengkap, begitupun menyusul simfoni, diputar secara langsung melalui situs-situs. Dari kesudahan itu kita bahkan dapat menghapus musik dan mengedit suara rekaman dengan hanya mengorbankan sedikit kualitasnya saja, seperti yang digunakan untuk memproduksi MP3 atau eksistensi file sejenis itu.

Video online pertama lekas dimainkan, meski seringkali putus dan biasanya tidak sinkron dengan suara yang menyertainya, karena transmisi dan tampilan gambar bergerak merupakan tuntutan yang sangat besar pada komputer dan jaringan. Untungnya masa depan yang menjanjikan itu hanya berjarak beberapa tahun, pengembangan permainan tiga dimensi justru dikehendaki, dimainkan secara online.

Berhingga ke telepon bergambar yang sudah lama diimpikan kini menjadi kenyataan, seiring dengan tampilnya kamera web sebagai fitur reguler komputer, televisi yang tersambung melalui jaringan, serta layanan Internet yang populer yang menyertakan transmisi video.

Imajinasi yang di langit berjatuhan menjadi kesaksian yang bersahaja. Segala yang telah diterjemahkan ke dalam kode perangkat lunak, deretan digit dibagikan melalui jaringan-jaringan, diperlakukan dengan macam rupa. Telah banyak alat praktis yang dianggap muskil adalah benar-benar menampal di bumi.

Cara kemajuan itu, ratusan tahun telah dipersingkat menjadi hanya satu dekade. Dunia yang  sesungguhnya meloncat, cepat belajar, dan meski kedatangannya dipandang pradini. Cukupkah waktu kita berkelit dengan keadaan ini? Menirukan Josep Weizenbaum, mengikuti kaidah; komputer tidak memberi penilaian, hanya memberi formula. Berdentumlah dengan bijak. []

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s