Berdekat ke-penemu-an Pulau Padar


 Puncak Pulau Padar. Foto: Ade Awaluddin Firman.

Catatan ini sudah pernah saya posting di akun facebook saya. Saya kembali mencatatnya di blog ini, sayang jika keindahaan beserta kebahagiaan di dalamnya tidak dibagi-bagi. (:

Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah pulau Komodo dan Rinca. Berada di provinsi Nusa Tenggara Timur di bagian barat Pulau Flores Kabupaten Manggarai Barat. Pulau ini relatif lebih dekat ke Pulau Rinca daripada ke Pulau Komodo, yang dipisahkan oleh Selat Lintah. Di sekitar pulau ini terdapat pula tiga atau empat pulau kecil.

Pulau Padar tidak dihuni oleh ora (biawak komodo) dan manusia. Kecuali kamu yang berkunjung untuk bertemu dengan pulau yang sudah lama sunyi itu. Pulau Padar juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena berada dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Gili Motang. (Sumber: Wikipedia. Diakses 7 januari 2016, 18:57 WITA).

Sebetulnya baru kali ini berkesempatan ke Pulau Padar. Selain kebetulan berkunjung karena menemani sahabat-sahabat saya yang datang dari Makassar untuk berlibur, keberadaannya baru saja melejit bah artis pendatang baru. Belakangan kesadaran massal soal elok pulau ini pun terbit.

Saya besar di Labuan Bajo, sejak kecil telah mendengar nama dan keberadaannya. Justru biasa saja mendengar soal pulau ini, tak sepopuler penyanyi Raisya.

Menurut Om Tomi, yang mengantar dan menemani kami dengan ajek selama dua hari dan membawa kami berkunjung kebeberapa pulau di sekitarnya. Padar kemudian mulai terekspos menjadi tempat yang bakal di kunjungi jika berlibur ke Manggarai [Flores], itu sekitaran tahun 2011-2012.

Diwaktu-waktu sebelumnya, pulau ini memang belum tersadarkan memiliki potensi yang menarik untuk di kunjungi.

Dengan bermula sebuah perahu pemandu wisatawan terdampar karena mesin yang bermasalah (mogok) dan terdampar di sekitar Pulau Padar. Upaya untuk mengabarkan kejadian ini perlu mereka berkontak melalui telepon genggam untuk mendapatkan bantuan. Karena sinyal waktu itu agaknya kurang baik menjangkau, salah dua crew kapal kemudian mencari puncak terdekat untuk mendapatkan sinyal telepon genggamnya.

Puncak pulau Padar adalah pilihan yang sepertinya tepat.

Terdekatkanlah sadar kemudian indahnya pulau ini. Akhirnya bebarapa foto-foto pulau ini kemudian dibagikan ke sosial media oleh kawanan pemandu itu.

Wajah pulau ini lantas memicu perhatian banyak orang. Belakangan orang-orang berdekatkan diri ke pulau yang telah lama ada dengan kesendiriannya itu. Pulau ini beruntung, kesadaran tentang keberadaannya belakangan muncul kepermukaan, tak terkecuali warga terdekat.

Terima kasih para pemandu wisata yang baik hati, bagi saya kalian keren. Tanpa kalian agaknya pulau ini mungkin akan menjadi pulau biasa. Perhatian akhirnya diberi untuknya, bahkan berlebihan. Semoga saja perhatian yang sudah ada tak menjadi ada-ada saja.[]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s