Ziarah Ingatan; Merayakan Pulang Kampung dengan Belajar


Belakangan sebagian dari kami meyakini bahwa melakukan bersama sesuatu yang kami sukai sebab sesuatu itu tidak tersedia. 

Catatan kecil ini ialah secuil rekam gairah belajar jika pulang kampung. Pulang, liburan kuliah dan bertemu beberapa kawanan yang memiliki kecenderungan hobi atau minat yang mungkin sama. Jika bertemu, kadang kesempatan itu tumpah dengan hal-hal yang mungkin dianggap berarti dilakukan, atau bahkan keinginan kuat itu tersalurkan hanya untuk sekadar diuji-coba. 

*Catatan ini mengalami perbaharuan isi sebab kebutuhan kondisi saat ini.

Salah satu adegan dalam pertunjukan tatap muka “Demonstration of Art Tolak Bala” sehari sebelum Perayaan Sail Komodo, 2013. (Foto: Muh. Irvan Wowor)

SEJAK 2003, secara administrasi Manggarai Barat resmi menjadi kabupaten sendiri dan membagi kepala dari tubuh Manggarai Raya dengan Labuan Bajo sebagai ibu kotanya. Anggapan sebagian orang yang mungkin lebih paham betul gerak pertumbuhan daerah ini bahwa keniscayaan pembangunan di berbagai lini terus gencar diupayakan, tak terkecuali di lini pariwisata yang memiliki potensi yang lebih diuntungkan.

Potensi sumber daya alam yang dimiliki seperti keindahan alam dan anugerah binatang langka dunia; komodo, justru tampak diperioritaskan dalam pembangunannya. Dalam sudut pandang itu, lantas lebih utama didorong di permukaan. Apalagi dinobatkan sebagai salah satu keajaiban pillihan dunia.

Kata seorang teman sepantaran ayah saya (saya lupa namanya) bahwa ia seperti membenarkan hal itu. Kata dia, kurang lebih begini. Daerah ini siap atau belum siap sekalipun, justru dianjurkan untuk melakukan upaya pembangunan yang cepat dan tentu bekerja lebih keras. Bahkan berlari lebih kencang lagi, meski sementara dalam keadaan belajar merangkak sekalipun. Dampak yang terasa bukan hanya untuk Labuan Bajo, tentu menggelandang dalam cakupan daerah di sekitarnya, setingkat propinsi dan nasional sekalipun.

Kami bertemu sebab anjuran ayah saya. Kebetulan sekali Ia mengingat sahabatnya itu beberapa hari lalu berkunjung ke rumah sebab lama tidak ketemu. Tiba-tiba saja nama teman akrabnya, ayahku sebutkan setelah obrolan ringan kami soal acara sail komodo yang terbayang akbar dan meriah.

Sahabatnya itu kebetulan sengaja berkunjung dan mencuri kesempatan berliburnya disela aktivitasnya sebagai seorang dosen terbang dibidang tata kota di pulau Jawa dan kadang ke Sulawesi. Ayah saya memberikan alamat penginapannya sebab merasa temannya ini mungkin bisa membagi pandangannya. Mudah menemukan hotel inapnya jika di Labuan Bajo.

Saya yang memang tidak tahu soal itu lantaran mengunjungi teman dimasa kecil ayah saya itu. Niat saya berkunjung meminta sedikit waktunya untuk sedia mengumbar pandangannya soal perayaan sail komodo beserta kemungkinan-kemungkinan pembangunannya. Acara yang beberapa hari kemudian akan di gelar. Saya pun harus berkata terus terang, niat kedatangan saya sebab kebutuhan dalam pertunjukan kecil yang akan kami bawa sehari sebelum momen sail komodo itu.

Kesempatan liburan kuliah kali ini kebetulan bertepatan dengan acara akbar itu. Saya dan kawan dekat yang sudah lebih dulu menyelesaikan kuliah dan berada di kampung, mungkin terlalu percaya diri lantas merencanakan membikin pertunjukan kecil untuk menyambut acara akbar itu, hanya pertunjukan kecil. Sebuah pertunjukan tatap muka dengan beberapa penggal puisi Wiji Thukul dalam teatrikal. Turut pula perform bersama beberapa remaja setempat pengagum band Slank.

Sebelum pertunjukan kecil itu terjadi, belakangan saya yakini bahwa gairah serupa diatas, saya curiga tumbuh dari apa-apa yang tumpah di tahun-tahun sebelumnya. Bisa jadi!


MENGINGAT jika pulang kampung yang menarik, meski sebentar, bagi saya adalah ketika inisiasi kecil kerap muncul. Soal praktik apa yang menyenangkan untuk mengisi waktu liburan dengan sesuatu yang mungkin bisa mendapati manfaat, membikin kegiatan misalnya.

Seingat saya, liburan kuliah pada tahun pertama tumpah dengan kegiatan bakti sosial, membagikan pakaian bekas yang diperoleh dari teman-teman pelaksana dan warga kampung setempat (Kampung; Ujung, Cempa, Tengah, dan Air). Baju bekas yang terkumpul lalu disumbangkan kepada warga Marombok (2010).

Tahun berikut membikin seminar kepemudaan. Kegiatan yang sengaja dirancang salah satu organisasi daerah pesisir dari sekawanan mahasiswa Manggarai Barat di Makassar. Dua orang sahabat saya Zulkifli Madide dan Redra Ramadhan yang berkuliah di Jakarta dan Bali turut pula campur tangan. Puisi-puisi dan bahkan sebuah lagu sengaja dibikin untuk diserahkan dalam acara itu.

Selain anak sekolah menengah ke atas, peserta yang hadir adalah tukang ojek yang kebanyakan pemuda kampung setempat (2011).

Gairah itu berlanjut hingga pada kesempatan liburan kuliah berikutnya, menggelar pertunjukan kecil lagi di acara tujuh-belasan dan seminar pendidikan (Agustus 2012). Begitu pula diteruskan pada tahun berikut, sebuah pertunjukan tatap muka dan baca puisi di Pantai Pede (September 2013).

Di kesempatan liburan kuliah, Maret 2014. Untungnya saya dipertemukan dalam kerja bersih-bersih Pantai Pede dari teman-teman semasa SMP saya yang dirintis di Wae Kesambi. Senang sudah bisa terlibat dengan kemeriahan pulang kampung seperti ini.

ENTAH sejak kapan kecenderungan seperti itu tumbuh. Dugaan sementara saya, jangan-jangan hanya terpicu dari dorongan kuat atas suasana hati daripada hal-hal yang baru ditemui di tempat lain, lalu ingin segera diuji-coba. Meski disadari atau pun mungkin sebagian teman-teman saya menyadari bahwa hal-hal yang pernah dilakukan bersama hanyalah kesempatan belajar, salain sebab kesukaan dan gairah yang mungkin sama.

Alasan kuat yang dapat dijangkau barangkali sebab hal-hal yang kami sukai hanya didapatkan di tempat lain, di masing-masing tempat kami berkuliah di tanah rantauan.

Kenyataannya bahwa di kampung kami lahir dan dibesarkan persis tak ada ruang atau mungkin dorongan lain untuk melakukan hal-hal yang kami senangi, kecuali membikinnya sendiri. Hanya saja, kami kadang berlebihan dan terlalu percaya diri untuk menciptakan kesempatan itu berkali-kali. []

Iklan

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s