Melukis Kisah Kasih di Gang Kiwi

Sore itu hujan turun di selatan Labuan Bajo dan tak lama akan mengarak ke Kampung Air dan sekitarnya. Sudah dua hari hujan datang seperti itu mengguyur sebagian kota mungil ini persis jelang sore hingga malam harinya. Saya dan sebagian kawan saya tampak sadrah sebab hujan turun adalah keadaan yang tidak diinginkan untuk acara yang digelar…

​Kepalsuan di Pekarangan Rumah?

Labuan Bajo, 6 Juli 2017 di jelang siang… Sekira sejam lamanya saya membersihkan daun-daun kering di pekarangan rumah kami yang jatuh dari pohon. Padahal, daun-daun kering itu tampak tidak begitu banyak, rupanya saya harus menanggalkan baju saya karena keringat selama memindahkan dedaunan kering itu dan membersihkan sampah lainnya. Setelah lumayan bersih, daun-daun kering ini biasa…

Menggurui Diri Sendiri

​ Agaknya betul kata Bang H. Rhoma Irama dalam satu lagunya bahwa kepergian hanyalah untuk kembali.  Jalan ini jalan setapak dari jalan aneh yang kita pilih. Suatu hal yang saya atau mungkin orang lain sadari ialah keinginan ‘ajaib’ untuk menjadi manusia biasa dan ingin hidup sederhana, lantas muncul belakangan. Padahal daripada itu kita bahkan terus…

​Esok Menjadi Mereka

Pengorbanan orang tua bukan utang yang mesti dibayar. Mereka memberikan keikhlasan, tak ada rasanya bayaran yang setimpal untuk itu. Membayar dengan keikhlasan? Aku tak yakin. Aku tak akan membiarkan kerelaan itu terbayar, aku tidak pernah berutang apa-apa. Sebab dengan menemukan hidup ini esok, adalah jalan pulang menemukan mereka. Kepergian dari mereka ialah jalan yang harus ditempuh untuk menemukan pulang kepada mereka. Demi…

​Bila ‘Mesin Hitung’ di Pundak Para Gaptek

“Keterampilan tentang apapun itu, bisa kau dapatkan dari praktik yang berulang-ulang, lakukan saja terus-menerus”, kata seorang teman yang lebih tua meyakinkan. Pikiran saya lantas menggiring saya ke dalam dan di antara apa-apa yang telah berlalu dan yang berselang. Di jenjang kuliah diketemukan dengan hal-hal yang belum pernah saya jumpai sebelumnya, yang saya senangi, mudah bagi…

​Dari Cinta yang Bersemi di Jalan Kampung Bajo

Seorang anak SMA tingkat dua setidaknya pernah menganggap bahwa di suatu hari di penghujung cahaya matahari yang menguning ialah pewaktuan untuk menitip inginnya—baginya kepada senja. Kecil cara pemaknaan itu pernah tumpah-menjelma-menjadi deret kata-kata yang Ia pilih dari cermin kediriannya, yang sengaja ditulisnya untuk seorang perempuan yang Ia hormati (baca: puja). Berjalan hingga jenjang kuliah, belakangan…

Melintasi Portal Kampus

Catatan kecil ini adalah kelas belajar menulis saya di Kampung Buku dan sudah pernah terbit di https://tanahindie.org (21 Maret 2016) Moh Mahfud MD dalam tulisannya Menggugat Perguruan Tinggi (Koran Sindo, edisi 12-03-2016) menilai bahwa kini ada kekhawatiran melemahnya nilai-nilai moral dan idealisme perjuangan perguruan tinggi bagi masa depan negeri ini. Perguruan tinggi saat ini lebih asyik…

Selamat Ulang Tahun Bagi Diri

Saya mengira satu jam lagi Ibu saya bakal bersandar di pelabuhan Makassar. Ibu saya berkunjung kesekian kalinya ke kota ini dengan alasan adik saya yang kedua wisuda di akhir bulan ini. Juga sekaligus datang bersama adik saya yang keempat untuk didaftarkan di kampus negeri di kota ini. Adik saya yang ketiga juga sudah tahun kedua…

Menge’tes’ Turing, Masa yang Berdenting Cepat

Sukar menolak godaan teknologi, dan pada abad informasi instan ini keuntungan kecepatan dan efesiensi bisa tampak murni, maka keinginan untuk menggunakannya tak lagi diperdebatkan. ~ Nicholas Carr ~

Komputer Pribadi dan Obrolan Para ‘Gaptek’: Gagap di Teknis

“Aku melihat tuhan dalam instrumen dan mekanisme yang kerjanya dapat diandalkan….” (Potongan puisi dari Buckminster Fuller mengikuti filosofi “Access to Tods”  –akses menuju alat canggih, The Whole Eart Katalog— bahwa teknologi bisa menjadi teman kita. Suatu waktu, empat tahun lalu, selama dan dari itu selalu saja ada obrolan yang diseret ke bincang-bincang kami, soal teknologi…

Berdekat ke-penemu-an Pulau Padar

Catatan ini sudah pernah saya posting di akun facebook saya. Saya kembali mencatatnya di blog ini, sayang jika keindahaan beserta kebahagiaan di dalamnya tidak dibagi-bagi. (: Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah pulau Komodo dan Rinca. Berada di provinsi Nusa Tenggara Timur di bagian barat Pulau Flores Kabupaten Manggarai Barat. Pulau ini relatif…